Mendidik generasi muda agar mencintai alam, memahami pentingnya konservasi tanah dan air, serta melestarikan kekayaan seni tradisional bambu.
Siswa diajak berkeliling kawasan mengenal lebih dari 10 jenis bambu (Petung, Wulung, Tali, Kuning, Gombong). Mempelajari daur hidup rebung menjadi buluh matang dan peran perakaran dalam menahan bencana longsor.
Setiap siswa mempraktikkan langsung cara menanam bibit bambu atau tanaman hortikultura/TOGA ke media polybag atau lereng tanah. Bibit hasil tanam dapat dibawa pulang sebagai kenang-kenangan edukatif.
Belajar tangga nada diatonis dan pentatonis Sunda dengan memainkan angklung bersama-sama secara harmonis dipandu oleh instruktur musik Sunda profesional.
Mengenal dan membuat mainan rakyat tempo dulu: egrang bambu, bakiak kayu, kincir angin bambu (kolecer), serta ketangkasan menangkap ikan mas di kolam lumpur.